Tampilkan postingan dengan label RUANG KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUANG KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2014

RUANG  KELUARGA
A. KONSELING TENTANG MEMBINA HUBUNGAN SUAMI ISTRI

DOSA YANG MERUSAK 
HUBUNGAN SUAMI ISTRI
Sumber : Gaya Bunda











A. SUAMI :

1. Suami tidak berfungsi menjadi pemimpin dengan baik, akibatnya saling melukai.
2. Suami gagal menjadikan Istri nomer satu dalam hidupnya.
3. Suami membandingkan Istri dengan wanita lain.
4. Suami kurang disiplin mengontrol emosi dan kebiasaan buruk.
5. Suami gagal memuji hal-hal kecil dari Istri.
6. Suami menolak pendapat Istri.
7. Suami tidak pernah minta maaf.
B. ISTRI :

1. Istri tidak menghargai Suami sebagai otoritas.
2. Istri gagal menundukkan diri kepada Suami.
3. Istri gagal menampilkan kecakapan manusia batiniah.
4. Istri gagal menunjukan rasa syukur kepada Suami.
Kebutuhan seorang Suami:

1. Sex (Biasanya).
2. Istri sebagai sahabat.
3. Rumah yang rapi.
4. Istri yang menarik.
5. Saling menghargai.
Kebutuhan seorang Istri:

1. Kasih sayang dan penghargaan.
2. Diajak bicara.
3. Jujur dan terbuka.
4. Keuangan yang cukup.
5. Komitmen terhadap keluarga.
INGAT ! :
Kepala keluarga yang berhasil dalam keluarga maka keberhasilan yang lain akan mengikuti. Kepala keluarga yang gagal dalam keluarga maka kegagalan lain akan mengikuti.

Kebahagiaan perkawinan membutuhkan perjuangan yang tidak kenal lelah, dan membutuhkan kehadiran dan pertolongan Tuhan.
Berbahagialah mereka yang benar-benar menikmati hidup rumah tangga yang rukun dan damai, meskipun itu harus diperoleh dengan cucuran air mata. 

Belaian tangan suami adalah emas bagi istri.

Senyum manis sang istri adalah permata bagi suami.

Kesetiaan suami adalah mahkota bagi istri.

Keceriaan istri adalah sabuk di pinggang suami.

Perbaikilah apa yang bisa diperbaiki sekarang sebelum terlambat. Cintailah pasangan yang telah Tuhan pilih untukmu!
Jika kamu PEDULI dengan keluarga, Share post ini. Itu akan membantu orang lain dalam menghadapi rumah tangganya.
Semoga Tuhan memberkahi Pernikahan Anda! Bagi yang belum Menikah, semoga ini bisa menjadi bekal kelak bila Anda menghadapi hidup Pernikahan. Aamiin




TIPS MENJAGA HUBUNGAN SUAMI-ISTRI 
TETAP HARMONIS
Sumber : Komunitas Sayang Istri

1. Tetap Harmonis dengan Saling Menghormati.
Ini point pertama yang harus dilakukan oleh seluruh pasangan suami istri yang ada di dunia tanpa terkecuali. Menghormati adalah salah satu cara kita memberi posisi tertinggi setelah Tuhan dan orang tua di hati kita. Menghormati keberadaan suami atau istri yang mendampingi kita akan membuat pasangan kita merasa dihargai. Tidak peduli apakah Anda lebih tua atau lebih muda dibandingkan pasangan Anda, yang terpenting perilaku saling menghormati antara Anda dan pasangan harus tercipta dan terjaga. Menjaga nama baik dan harga diri pasangan Anda adalah salah satu cara dari sikap saling menghormati.

2. Saling Pengertian
Banyak kasus perceraian terjadi dikarenakan kurangnya rasa pengertian masing-masing pihak. Suami atau istri akan merasa sulit menerima kekurangan dan kelebihan pasangan apabila rasa saling pengertian tidak tumbuh di hati. Padahal sejatinya, ketika memutuskan berumah tangga tentu masing-masing pihak telah siap menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan dalam perjalanan mengarungi biduk rumah tangga. Bila rasa saling pengertian tidak ada di hati suami atau istri, maka sudah bisa dipastikan bahwa rumah pertengkaran akan sering terjadi dan rumah tangga menjadi jauh dari suasana harmonis. Sebaiknya, mulailah menerima pasangan Anda dalam segala kondisi terburuk sekalipun. Bila ada kekurangan pada diri pasangan Anda, maka tutupilah kekurangan tersebut dengan kelebihan yang Anda miliki.

3. Komunikasi Lancar Menjaga Hubungan Tetap Harmonis
Komunikasi adalah cara paling mudah untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh pasangan Anda. Komunikasi yang lancar akan membuat pasangan suami istri menjadi terbuka dalam segala hal, tidak ada maksud tersembunyi yang akan memicu timbulnya kecurigaan pasangan Anda. Komunikasi yang lancar juga melatih Anda dan pasangan untuk menjadi pendengar yang baik. Komunikasikan apa saja yang tengah Anda rasakan kepada pasangan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jangan sungkan atau ragu untuk membicarakan segala sesuatu kepada pasangan Anda, karena bila Anda dan pasangan telah resmi menjadi suami istri, itu artinya pasangan Anda seharusnya adalah orang yang paling dekat dan paling tahu luar dalam tentang diri Anda.

4. Ciptakan Romantisme
Menjaga Hubungan Harmonis Suami Istri
Suasana romantis akan tercipta bila Anda memiliki sikap yang romantis kepada pasangan Anda. Siapapun akan sepakat bahwa sikap dan suasana romantis yang tercipta adalah faktor pendukung terciptanya hubungan yang harmonis. Siapa yang tidak senang bila pasangannya sangat berbakat menciptakan suasana romantis berdua? Memang tidak semua orang berbakat menciptakan suasana-suasana yang romantis untuk pasangannya, bahkan beberapa pasangan justru gagal menciptakan keromantisannya. Namun yakinlah, semua orang punya sisi-sisi romantis tersendiri. Bedanya, ada yang menonjol ada pula yang tidak terlihat. Bakat-bakat sikap romantis tetap ada pada diri masing-masing individu. Tidak perlu repot menyusun suatu kegiatan yang bersifat romantis untuk pasangan Anda. Hal-hal kecil yang bisa menyenangkan hati pasangan Anda pun akan terasa romantis apabila Anda tulus melakukannya. Misalnya, bangunkan pasangan dari tidurnya dengan sebatang bunga mawar merah atau secangkir kopi hangat, menyelipkan surat berisi pesan cinta di saku kemeja kerjanya, atau membisikkan kalimat “I love you” di telinganya saat beranjak tidur.


5. Saling Memberi Pujian
Memberi pujian kepada pasangan Anda membantu terciptanya hubungan yang harmonis dalam ikatan suami istri. Jangan sungkan untuk saling berbagi pujian kepada pasangan Anda. Memuji akan membuat perasaan pasangan Anda berbunga-bunga. Memuji juga akan membuat pasangan Anda merasa dihargai oleh pasangannya. Dengan saling memuji, setiap pasangan akan merasa menciptakan “prestasi” tersendiri untuk pasangannya. Anda bisa memberi pujian terhadap hasil masakan istri Anda, memberi pujian kepada suami bila ia telah berhasil memperbaiki alat rumah tangga yang rusak, atau bahkan pujian-pujian kecil yang berada pada anggota tubuh pasangan Anda. Misalnya, memuji hidungnya yang mancung, memuji bulu matanya yang lentik atau memuji susunan giginya yang rapi.

6. Dengan Saling Menguatkan Hubungan Suami Istri Akan Tetap Harmonis
Saling menguatkan juga merupakan point penting membangun hubungan yang harmonis antara suami dan istri. Ketika salah satu pasangan tengah berada dalam kondisi kesulitan, maka idealnya pasangannya menjadi penguat dan penyemangat bagi pasangannya yang kesulitan tersebut. Seringkali yang terjadi justru sebaliknya. Banyak pasangan yang enggan terlibat dalam kondisi kesulitan yang tengah dihadapi pasangannya. Ia justru menghindar karena menganggap bahwa kesulitan yang dihadapi pasangannya akan mengurangi sisi-sisi kebahagiaan dan kesenangannya. Padahal sesungguhnya, ketika bersedia menjadi pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan yang sah, itu artinya sepasang suami istri harus rela bersama-sama terlibat dalam kondisi suka dan duka.

7. Hubungan Harmonis tak lepas dari Saling Mendoakan Antara Keduanya


Hubungan suami istri yang harmonis tidak akan tercipta tanpa peran serta doa di dalamnya. Ritual saling mendoakan akan membuat masing-masing pasangan menjadi merasa sangat penting di mata pasangannya. Menyelipkan doa-doa untuk pasangan Anda juga akan membuat pasangan Anda menyadari bahwa pasangan Anda benar-benar mencintai Anda. Libatkan selalu keberadaan Tuhan di tengah-tengah rumah tangga Anda. Dengan demikan diharapkan kebaikan-kebaikan akan selalu hadir di tengah-tengah keluarga sehingga keharmonisan antar suami dan istri tetap terjaga.


Sebab Hubungan Suami Istri Tidak Harmonis
Ketidakberhasilan sebagian pasangan suami istri memelihara hubungan yang harmonis terjadi karena beberapa sebab. Adapun penyebab-penyebab yang harus Anda hindari agar suasana harmonis tidak terganggu antara lain adalah:

1. Jangan egois!
Egois adalah biang keributan dimanapun. Rasa ingin menang sendiri, ingin selalu dimengerti, ingin selalu diperhatikan tanpa mau melakukan hal yang sama pada pasangan, dan rasa ingin selalu benar menjadi faktor dominan tercetusnya pertengkaran demi pertengkaran. Sikap egois bisa tumbuh pada diri siapa saja, baik itu pada diri istri maupun pada diri suami. Bila sikap ini terus-menerus Anda terapkan dalam menjalani hubungan suami istri, sudah bisa dipastikan pasangan Anda akan enggan menjalani hubungan yang lebih lama lagi bersama Anda. Perceraian akan menjadi pilihan yang paling sering diambil bila salah satunya tidak bisa meredam sifat egoisnya.

2. Jangan membanding-bandingkan!
Hindari sikap membanding-bandingkan antara pasangan Anda dengan orang lain. Masih mending bila Anda membandingkan kelebihannya dengan kekurangan yang dimiliki orang lain. Namun bila sebaliknya? Tentu Ini akan membuat pasangan Anda menjadi berkecil hati. Syukuri saja bagaimana adanya kondisi pasangan Anda dan yakin bahwa di setiap kekurangannya selalu ada kelebihannya. Membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain justru akan membuat pasangan Anda merasa tidak lebih baik mendampingi Anda. Bisa-bisa pasangan Anda akan memilih meninggalkan Anda bila Anda terlalu sibuk membanding-bandingkannya dengan orang lain.

3. Jangan over protektif!
Sayang sih boleh sayang, cinta sih boleh cinta. Tapi itu tidak menjadi alasan bahwa Anda berhak menguasai seluruh aktivitas pasangan Anda dengan dalih perlindungan kasih sayang! Anda boleh melindungi pasangan Anda bila Anda merasa sesuatu itu mengancam keselamatan dan kehormatannya. Namun bukan berarti hal-hal kecil pun harus berada dalam pengawasan Anda hingga membuat pasangan Anda merasa diperlakukuan seperti anak kecil. Percayakan saja apa yang dilakukannya. Bila Anda mencurigai apa yang tengah dilakukannya berbahaya, silahkan komunikasikan sebaik-baiknya.

4. Jangan berbohong!
Jangan sekali-kali Anda membiasakan diri membohongi pasangan Anda demi sesuatu yang hasilnya hanya akan Anda nikmati sendiri. Membohongi pasangan sama artinya menyelingkuhi pasangan dari apa yang tidak ia ketahui. Bila Anda ingin berbohong, lakukan kebohongan yang tujuannya untuk kebahagiaan yang bisa dirasakan bersamanya. Misalnya Anda membohongi pasangan Anda demi keberhasilan rencana kejutan yang Anda buat untuk merayakan ulang tahunnya. Berbohong seperti itu justru akan membuat pasangan seperti itu akan membuat pasangan senang karena ada sisi-sisi romantis yang bisa dirasakan oleh Anda dan pasangan.
Semoga dengan mengaplikasikan tips-tips di atas bersama pasangan, Anda bisa menciptakan hubungan yang harmonis sepanjang waktu bersama pasangan Anda. Selamat mencoba!



4 PEMICU HUBUNGAN SUAMI-ISTRI TIDAK HARMONIS
Sumber : Republica Online
moneycrasher.com
Suami istri bertengkar/ilustrasi

Harmonis, hangat, dan bergairah. Pasangan suami istri mana sih yang tak memimpikan suasana hubungan seperti itu? Sayangnya, keharmonisan itu bukan hanya sulit diraih, tapi juga sulit dipertahankan. Kondisi hubungan yang gersang alias tak harmonis kerap dialami oleh pasangan dengan usia pernikahan lebih dari lima tahun. Ingin tahu penyebab ketidakharmonisan itu?
Dokter Ryan Thamrin, konsultan seks dan kesehatan, menyebut, ada empat hal yang menyebabkan ketidakharmonisan hubungan suami istri. 
Pertama, rasa jenuh dengan pasangan. 
Kedua, suasana monoton yang muncul akibat kebersamaan yang cukup lama. Sedangkan faktor 
Ketiga adalah fisik, yakni hilangnya daya tarik terhadap pasangan. ''Di sini, ukurannya bukan cantik atau gantengnya pasangan, tapi bagaimana pasangan mau merawat diri,'' kata Ryan. 
Faktor keempat lebih bersifat psikologis yakni komunikasi dengan pasangan. ''Komunikasi ini memang klise, tapi ujung tombak munculnya masalah dalam rumah tangga berawal dari komunikasi. Karena itu, faktor ini kerap dianggap sebagai silent killer (pembunuh diam-diam),'' tegas Ryan.
Hubungan yang gersang dan tak harmonis ini tentu akan sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, termasuk hubungan seksual. Hubungan intim pun menjadi hambar. Padahal, urusan ranjang ini bisa merembet ke mana-mana lho. 
Tapi lagi-lagi, tidak setiap pasangan menyadari betapa gentingnya masalah intim ini. Maka, ketika hubungan seksual mulai bermasalah, tak sedikit pasangan yang memilih membiarkan saja alias tak mau peduli. Tak jarang pula yang lebih suka menimpakan kesalahan kepada pasangan, lalu 'melirik' orang lain. Sebaliknya, hanya sedikit pasangan suami istri yang sadar lalu berusaha mengatasi masalah seksual ini. ''Mereka ini berani menentukan sikap dan ingin hubungan intim bisa dikembalikan seperti sedia kala.'' 







B. KONSELING TENTANG ANAK

MENGENAL KEPERIBADIAN ANAK
           
 Anak  Anda  tidak  diragukan  lagi  merupakan kombinasi yang mengejutkan sekaligus mengintrik Anda. Tanpa disadari, Anda sering bernada tinggi pada anak karena sifat bawaan lahirnya berlawanan dengan dengan Anda.Contohnya, jika Si Kecil tergolong anak yang superenergetic, sementara Anda orang yang kalem dan tenang, Anda mungkin mengatakan, “Bisa tenang tidak?” padanya berulang kali dalam sehari. Di sisi lain, Anda mungkin berusaha untuk menumbuhkan sifat-sifat yang tidak dimiliki anak secara alami. Misalnya, jika Anda seorang yang ekstrovet dan  memiliki anak yang pemalu, Anda mungkin menuntutnya agar  berani dan mau berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Anak Anda mungkin belajar bahwa berkumpul dengan anak-anak sebayanya ternyata membuatnya mendapatkan teman baru (meskipun hal tersebut terasa tidak nyaman bagi anak yang pemalu). Apa Saja yang Mempengaruhi Kepribadian Anak?Bagaimana seorang anak menggunakan sifat bawaan lahirnya akan dipengaruhi selama masa kecilnya oleh tiga faktor berikut:


1.  Hubungan atau Relationships

Hubungan Anda dengan anak akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap anak. Jadi, lakukan yang terbaik dalam merawat dan mengasuhnya. Bantu juga anak Anda dalam membina hubungan yang baik dan membahagiakan dengan saudara, kakek-nenek, teman  dan kerabat lainnya. 

2. Cara Anak Dididik

Anda harus terlibat dalam pendidikan anak Anda untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan lancar. Sistem pendidikan sekolah akan memberikan pengaruh yang besar   kepada anak baik sebagai makhluk sosial. 

3.    Lingkungan  Dimana Anak Tinggal

Lingkungan keluarga adalah sebuah basis awal kehidupan bagi setiap manusia. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan emosi dan pribadi anak. Pastikan Anda memberi lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka. 

4.    Trauma di Usia Dini

Berbagai hal traumatis sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis anak. Contohnya adalah pertengkaran orang tua atau perceraian yang menyebabkan anak ditinggal oleh salah satu orang yang ia sayangi akan membekas di dalam ingatan anak sehingga menimbulkan trauma. Dampaknya anak bisa menjadi pendiam dan pemurung, mudah marah dan sebagainya. 

5.    Pengalaman Pribadi

Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang sama ternyata memiliki kepribadian yang berbeda.Hal itu disebabkan karena mereka tidak mendapatkan pengalaman yang benar-benar sama persis karena biasanya orang tua tidak memperlakukan semua anaknya dengan cara yang persis sama. Pengalaman pribadi di dalam keluarga kemudian diperkaya di lingkungan sekolah dan bermain. Mereka akan memiliki teman serta guru yang berbeda pula.


Inilah yang Membuat Anak Marah

Pernahkah Ibu mengalami suatu kejadian di mana si Kecil marah besar? Secara psikologi, marah merupakan suatu hal yang baik karena emosi ini merupakan bentuk kejujuran terhadap apa yang seseorang rasakan terkait suatu hal. Dalam psikologi anak, marah lebih dikenal sebagai emosi sekunder (secondary emotion). Artinya, marah merupakan respons atas emosi primer (primary emotion) yang dalam hal ini merupakan reaksi atas emosi-emosi lain yang dialami sebelumnya.  

Marah adalah sebuah bentuk emosi yang kuat. Mungkin Ibu akan merasa khawatir ketika melihat si Kecil menunjukkan emosi tersebut. Akan tetapi, Ibu harus ingat bahwa sebenarnya emosi semacam itu tergolong normal dan umum. Rasa marah berkaitan dengan banyak hal maupun emosi yang telah terpendam dalam kurun waktu tertentu. Bila dianalogikan, ini mirip sebuah gunung berapi. Tekanan dari berbagai hal yang terus-menerus bertumpuk di dalam menyebabkan anak tak mampu lagi membendungnya sehingga ketika rasa yang bercampur aduk kian menekan, ia akan meledak. 
Memahami psikologi anak macam ini sangatlah penting, termasuk melihat penyebab kenapa si Kecil sampai marah besar.
a. Kesedihan 
Terkadang kesedihan anak dapat ditumpahkan dalam bentuk kemarahan. Beberapa faktor yang mungkin membuat seorang anak bersedih adalah melihat pertengkaran orang tua, perceraian, kepergian seseorang yang sangat dekat, tidak memiliki teman bermain, suasana dan lingkungan baru, kurangnya perhatian orang tua, dan lain sebagainya.
b. Ketakutan 
Anak bisa meluapkan ketakutannya dalam bentuk kemarahan. Beberapa hal yang menyebabkan ketakutan anak antara lain sakit, menjadi korban dari pelecehan fisik/seksual/emosi, dan lain sebagainya.
c. Frustrasi 
Tak dapat dipungkiri, frustasi dapat menjadi sumber kemarahan karena psikologi anak yang tertekan. Hal-hal yang mungkin menjadi pemicu rasa ini adalah prestasi di sekolah yang tak kunjung mengalami peningkatan, tak mampu beradaptasi dengan suatu keadaaan atau lingkungan sekitar, memiliki cacat fisik, adanya kompetisi antar saudara, dan sebagainya.
d. Rasa bersalah 
Secara psikologi, rasa bersalah dapat menyebabkan seorang anak marah. Beberapa hal yang mungkin membuat ia merasa bersalah antara lain merasa bertanggung jawab atas perceraian orang tua, kematian seseorang, menyakiti seseorang, dan lain sebagainnya.
e. Kekecewaan 
Beberapa hal yang mungkin membuat seorang anak kecewa antara lain tidak diundang teman, tidak terpilih dalam suatu aktivitas bersama, tidak memenangkan suatu kompetisi, nilai yang tidak bagus, dan sebagainya.
f. Kekhawatiran 
Secara psikologis hal yang dapat membuat seorang anak marah adalah rasa khawatir yang terus-menerus melanda. Rasa khawatir ini dapat disebabkan oleh kekhawatiran terhadap kondisi keluarga, kesehatan, kekerasan, kebimbangan, dan sebagainya.
g. Malu 
Anak bisa saja merasa malu sehingga dia menjadi marah. Beberapa rasa malu yang mungkin membuat si Kecil marah adalah perasaan bahwa ia adalah orang paling bodoh, ketidakmampuan beradaptasi, dan sebagainya.
h. Cemburu 
Kecemburuan adalah kondisi psikologi anak yang mudah dideteksi. Ini biasanya terjadi apabila ia merasa kurang mendapat perhatian dibanding saudara atau teman .
Demikian beberapa hal yang dapat memicu kemarahan anak. Dengan mengetahui beberapa penyebab kemarahan tersebut, Ibu dapat menemukan solusi untuk mengatasi kondisi psikologi anak saat marah dengan lebih baik lagi. Salam hangat untuk si Kecil!

MEMBANTU SI KECIL BERADAPTASI

DENGAN LINGKUNGAN

Berpindah rumah bisa menjadi petualangan baru yang menyenangkan atau malah menjadi gangguan bagi kehidupan anak. Namun, biasanya anak-anak akan mengikuti keinginan orangtuanya dan tingkat kesenangan ataupun kerewelan anak sangat bergantung pada cara orangtua menjelaskan dan menanggapi respon anak yang sangat beragam.
Kebanyakan anak, terutama mereka yang sudah memiliki teman bermain atau sudah merasa sangat cocok dengan tetangga, lingkungan sekitar dan rutinitas yang sering dilakukan di kompleks rumahnya, akan merasa sedih ketika harus meninggalkan tempat tinggal favorit mereka. Namun sebenarnya di balik kekecewaan mereka, cara orangtua menanggapi dan memberikan pengertian akan sangat membantu anak-anak untuk mengatasi kegelisahan mereka dan membuat mereka bisa menyambut pengalaman hidup di tempat baru dengan cara yang lebih menyenangkan.

Mempersiapkan Anak-anak untuk Pindah

Jika anak Anda sudah cukup besar untuk mengerti, kita sebagai orangtua seharusnya bisa menjelaskan alasan kepindahan ini dengan bijak dan memberikan informasi selengkap mungkin tentang tempat tinggal yang baru. Sebaiknya para orangtua memberikan pengertian seperti ini jauh sebelum hari kepindahan tiba, sehingga anak-anak benar-benar mengerti arti dan maksud dari kepindahan ini. Usahakan untuk selalu menjawab pertanyaan mereka dengan lengkap dan jujur. Berikan jawaban yang bijak untuk setiap pertanyaan dari anak-anak, apapun reaksi mereka, baik positif maupun negatif, usahakan untuk selalu memberikan pengertian dengan tutur-kata yang lembut. Akan sangat membantu jika para orangtua mau bertukar pikiran ataupun berbagi pengalaman berpindah tempat tinggal saat mereka kecil.
Jika memungkinkan, para orangtua bisa memberikan gambaran yang jelas tentang tempat tinggal yang baru. Jika Anda sekeluarga berencana untuk pindah ke daerah lain yang cukup jauh atau bahkan mungkin ke luar negeri, para orangtua dan anak-anaknya bisa mempelajari keadaan geografisnya dan membaca catatan sejarah maupun berbagai artikel tentang daerah tersebut. Dengan melakukan hal ini bersama-sama, anak-anak akan lebih percaya dengan gambaran yang mereka temukan sendiri tentang tempat tinggal yang baru. 
Para orangtua juga bisa mendiskusikan berbagai hal baru yang akan ditemui anak-anak di tempat tinggal baru, seperti perbedaan cuaca dan kurangnya beberapa fasilitas hidup yang biasa mereka dapatkan di tempat yang lama. Sebisa mungkin, para orangtua harus menjelaskan terlebih dahulu tentang tradisi yang berbeda di setiap daerah, sehingga menimbulkan ketertarikan dan keingintahuan pada diri anak-anak tentang kebiasaan orang-orang di tempat tinggal baru.
Melibatkan anak-anak dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan, bisa membantu mereka untuk merasa ikut berpartisipasi dalam proses kepindahan ini, dan usaha ini akan sangat membantu membentuk sense of belonging mereka dan melepaskan ‘keterpaksaan’ untuk pindah.

Memecahkan Permasalahan Beradaptasi

Meskipun sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna, sebagian anak masih menunjukan reaksi emosional yang cukup mengejutkan ketika menghadapi kepindahan. Terkadang, kecemasan tidak bisa membawa hewan peliharaan mereka ke tempat tinggal yang baru pun bisa membuat mereka sangat bersedih dan mengalami krisis emosional. Sebagai orangtua, kita bisa mengurangi kecemasan mereka dengan mengajak mereka mencarikan rumah baru untuk hewan peliharaan mereka.
Meninggalkan teman-teman bermainnya merupakan hal terberat bagi anak-anak. Cobalah cari informasi tentang komunitas bermain yang bisa menerima anggota baru di tempat tinggal yang baru, ini akan sangat membantu anak-anak untuk melupakan kesedihan mereka berpisah dengan teman-teman lamanya. Kebanyakan dari kita sangat berharap bisa menemukan komunitas baru yang bisa menerima mereka dengan hangat dan sangat bersahabat. Karena suasana baru yang menyajikan sambutan hangat dan bersahabat akan memudahkan anak-anak untuk mendapatkan teman-teman baru dan lebih cepat memupuk ketertarikan terhadap lingkungan barunya.
Jika anak Anda cenderung pemalu, penakut atau menunjukkan ketidaknyamanan dengan lingkungan barunya, berikanlah dukungan pada mereka terutama di hari pertama pindah ke sekolah baru. Antarkan anak Anda ke sekolah, temani mereka saat menunggu untuk masuk kelas dan mulai memperkenalkan diri di depan guru dan teman-teman barunya. Jika anak Anda bermasalah dengan tugas-tugas dari sekolah yang terlalu berat atau mereka memiliki keterbatasan fisik seperti kurang di pengelihatan atau pendengaraan maupun susah mengkoordinasikan tubuh dengan perintah otak, maka sebaiknya Anda memberitahukan kendala-kendala ini pada pihak sekolah. Karena pihak sekolah juga perlu tahu tentang kemampuan anak didiknya. Kebanyakan guru akan berusaha membantu anak yang baru pindah, tapi untuk memaksimalkan bantuannya, para guru harus menyadari kebutuhan tertentu yang diperlukan anak Anda. 
Yang terpenting adalah para orangtua harus benar-benar memahami karakteristik anak-anaknya. Terkadang anak-anak suka menyembunyikan rasa kecewa, kesepian dan lelah dengan tekanan dari sekolah dan lingkungan barunya, dengan bersikap ceria dan seolah-olah senang dan nyaman tinggal di rumah barunya. Sebagai orangtua kita tidak perlu memaksa mereka untuk lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Berikanlah ia waktu. Kebanyakan anak akan mulai merasa nyaman dan betah dengan lingkungan barunya (baik sekolah maupun tempat bermain) dalam hitungan bulan. Dalam beberapa bulan mereka akan mengalami beberapa fase adaptasi yang akan membantu mereka memupuk rasa aman dan senang bergaul dengan teman-teman barunya. Selama fase ini berlangsung, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan emosional bagi anak Anda, karena semangat dan dukungan dari keluarga, terutama Ibu, akan sangat membantu memupuk keberanian untuk memotivasi anak untuk terus mencoba dan berusaha untuk bertahan di lingkungan barunya.

Sumber:2006. World Book's Childcraft - Guide And Index. Chicago: World Book, Inc.




Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

 Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.

Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?


Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.
           Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.
Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP bahkan di Luwu Timur sampai Tingkat SMU sederajat....



10 LANGKAH BIDADARI, MENYUSUI, SOAL ASI
Sepuluh langkah bidadari yang penuh cinta kasih, menghangatkan dan menumbuhkan. Inilah sepuluh langkah ajaib bidadari itu.
Ibu adalah bidadari (angel) bagi para buah hatinya. Maka Tuhan memberikan kehangatan dan keajaiban, yaitu air susu ibu (ASI). Namun tahukah anda, makanan yang selama ini dianggap mampu untuk meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI) ternyata tidak banyak membantu peningkatan produksi ASI?


Tidakkah sebagai ibu, sang bidadari, yang berbahagia, sudah selayaknya menginginkan anak yang lahir menjadi sehat dan cerdas karena ASI yang diberikan sejak awal nafas kehidupan sang anak.



Menurut Dr. Dini Adityarini, Sp.A, menyusui adalah proses penting yang harus dipelajari.  Proses untuk menciptakan generasi cerdas yang selama ini masih terabaikan.



Memakan daun pepaya,  pare yang dikatakan mampu meningkatkan produksi ASI, hanyalah mitos. Informasi yang tepat perlu diberikan pada ibu dan masyarakat ditengah anggapan bahwa menyusui bukanlah proses yang harus dipelajari.



Kandungan mulia ASI memang takkan dapat digantikan oleh apapun. Kemuliaan ASI akan sempurna jika ibu memahami 10 langkah menuju keberhasilan menyusui.



Keberhasilan Menyusui



10 langkah menuju keberhasilan menyusui sebenarnya bukanlah hal yang baru. Langkah tersebut sebenarnya telah lama diterapkan di rumah sakit yang menangani persalinan ibu. Sayangnya, ketiadaan  komitmen dari berbagai pihak menyebabkan banyak ibu tidak tahu hal tersebut. Terlebih, Rumah Sakit di Indonesia yang menerapkan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui masih jarang ditemukan.



Ditengah dahsyatnya gempuran produk susu formula yang memenuhi tiap sudut toko, pilihan menjadi ibu cerdas tak dapat lagi ditawar. Menjaga komitmen tetap cerdas untuk pembentukan masa depan buah hati, bukan hal mudah untuk dilakukan.

Keterlibatan semua pihak baik pemerintah, lingkungan, hingga sarana pelayanan kesehatan sangatlah diperlukan agar komitmen tersebut tetap terjaga. 10 langkah menuju keberhasilan menyusui merupakan kunci kesuksesan ibu dalam pemberian ASI yang optimal terhadap buah hatinya.


1. Kebijakan pemerintah

Sarana pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan tentang penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui dan pemakaian ASI. Pada langkah ini, tedapat kebijakan tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada staff fasilitas kesehatan.


Pemerintah memiliki kebijakan tertulis dalam bentuk Undang-Undang dan Peraturan untuk mendukung agar bayi mendapatkan hak tumbuh kembang optimal saat dilahirkan. Kebijakan tertulis ini kemudian diturunkan kepada setiap sarana pelayanan kesehatan yang berkecimpung dalam pelayanan ibu bersalin. Langkah ini merupakan komitmen penting dalam keberhasilan menyusui. 



2. Skill, pengetahuan, empati paramedis

Sarana pelayanan kesehatan dan melakukan pelatihan terhadap staff atau tenaga kesehatan sendiri. Staff kesehatan haruslah terlatih baik secara pengetahuan maupun keterampilan yang diperlukan untuk menolong ibu menyusui. Staff kesehatan adalah kunci penting dalam keberhasilan ibu menyusui bayinya.  Membimbing sang ibu dan memberikan pertolongan terhadap ketidaktahuan ibu tentang menyusui, adalah tugas yang sangat mulia.
3. Komitmen
Menolong ketidaktahuan ibu sejak dalam kondisi hamil memerlukan komitmen kuat dari staff kesehatan. Komitmen untuk menyehatkan dan mencerdaskan bayi dimulai dari penjelasan menyusui sejak masa kehamilan, saat bayi lahir, hingga bayi berumur 2 tahun adalah langkah ketiga dari keberhasilan menyusui.
Malang sungguh malang nasib bayi kita, kenyataanya di lapangan masih banyak tenaga kesehatan yang memberikan susu formula, susu sampel dan ini terjadi hingga di desa-desa.
Para ibu terkadang terlalu percaya kepada staff kesehatan. Tanpa sepengetahuan sang ibu, mereka telah diperalat untuk menjadi sampel penelitian bagi kepentingan pihak tertentu.
Dr. Dini juga pernah mengalami kekecewaan mendalam saat melahirkan anak pertamanya. Staff kesehatan tidak memberikan penjelasan tentang menyusui, tidak ada kata terucap tentang pemberian ASI pada bayinya, yang kemudian didapat adalah bayi yang dilahirkannya diberi susu formula saat masuk ke ruangan bayi.

4. Empati dan IMD
10 langkah keberhasilan menyusui begitu mengerti perasaan seorang ibu. Pada langkah ke- 4, segera setelah lahir, bayi harus langsung kontak kulit dengan sang ibu minimal 1 jam. Langkah inilah yang umumnya disebut dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah proses penting bagi ibu dan buah hatinya. IMD  akan mendekatkan ikatan bayi dengan ibunya, bayi akan mendapatkan perlindungan serta perasaan penuh kasih sayang saat sang ibu mendekapnya dengan lembut.
5. Pengetahuan dan Moral
Fasilitas kesehatan beserta staff harus membantu ibu untuk menyusui dengan cara yang benar. Fasilitas kesehatan juga harus membantu ibu untuk mempertahankan menyusui buah hatinya.
Pada langkah ini seringkali muncul kenakalan dari para staff kesehatan, mereka yang nakal akan mencoba memberikan susu formula kepada bayi. Alasan dari mereka yang nakal pun beragam, salah satunya dengan mengatakan kepada dokter atau pasien bahwa ASI dan susu formula boleh dicampur karena ibu sudah melakukan IMD.
Kenakalan ini adalah penghambat langkah ibu menuju keberhasilan menyusui. Komitmen memang harus dibangun, tidak hanya bagi para ibu tetapi juga bagi para staff kesehatan dan pemerintah. Seringkali staff kesehatan terbius untuk melakukan praktik sekaligus turut mempromosikan susu formula tertentu.


Mereka seharusnya lebih tahu kandungan ASI lebih baik daripada susu formula. Terlebih jika dibandingkan dengan ibu, lemahnya komitmen untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayi membuat staff kesehatan berani menyusupkan susu formula sebagai makanan untuk bayi.

6. Menolak selain ASI
Tidak diperbolehkan memberi makanan dan minuman selain ASI adalah langkah ke-6 menuju keberhasilan menyusui. Makanan dan minuman kecuali ASI boleh diberikan apabila bayi dalam indikasi kritis. ASI wajib diberikan kepada bayi berusia 0-6 bulan atau hingga bayi berusia 12 bulan. Banyaknya zat mulia di dalam ASI mampu merangsang buah hati untuk tumbuh optimal.


Di Indonesia, langkah ini tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain. Lemahnya kontrol hukum dan ketidaktahuan masyarakat tentang langkah ini memudahkan staff kesehatan yang nakal untuk mencampurkan ASI dengan susu formula.



Jika di Italia, beberapa waktu lalu ada 12 dokter anak yang ditahan karena mempromosikan susu formula kepada pasiennya, di Indonesia hal tersebut belum pernah terjadi.  Langkah ke-6 ini adalah langkah yang penting dalam menunjang keberhasilan ibu menyusui apabila ditunjang dengan langkah ke-7.



 7. Rawat Gabung

Melaksanakan rawat gabung ibu dan bayi merupakan langkah ke-7. Buah hati akan sangat bahagia ketika ia berada dalam jangkauan ibundanya selama 24 jam. Bayi yang selama 9 bulan berada dalam rahim ibunya, akan mengalami stress apabila langsung dipisahkan dari jangkauan ibundanya. Stress pada bayi tersebut akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada bayi. Ibu mana yang tega melihat buat hatinya sakit? Langkah ke-7 melengkapi langkah ke-6 yang melarang pemberian susu lain terhadap bayi karena akan menggagalkan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui.
8. Kontak emosional
Setelah ibu dibiasakan untuk selalu dekat dengan bayi dan memberinya ASI, langkah ke-8 adalah menyusui semau bayi dan semau ibu. Kedekatan dengan bayi, akan menimbulkan kontak secara emosional dengan bayi. Kontak emosional ini akan menghasilkan hormon-hormon yang diperlukan untuk memproduksi ASI. 
Apabila bayi berada di dekat ibu, maka kapanpun bayi lapar ibu bisa menyusui dan kapanpun ibu ingin menyusui, bayi bisa segera merasakan cairan kehidupan untuknya. Sang ibu juga akan belajar mengenal tanda lapar pada bayi.

9. Tidak memberi dot
Sebagai ibu yang cerdas, jangan pernah memberikan dot atau empeng untuk bayi yang disusui. Melarang pemberian dot atau empeng adalah langkah ke-9 menuju keberhasilan menyusui. Jika bayi diberi dot atau empeng, jelas asupan nutrisi untuk bayi akan berkurang karena ASI yang diberikan kepada bayi kurang lancar. Inilah yang seringkali para ibu salah memahaminya, terkadang jika ibu merasa air susunya susah keluar, atau belum sempat memberikan ASI, maka buah hatinya akan diberikan dot atau empeng. Tetapi, dampak pemberian dot atau empeng sangat luar biasa bagi pertumbuhan buah hati ibunda.


Banyaknya salah pemahaman dan mitos tentang ASI, terkadang membuat ibu cinta mati terhadap dokter atau tenaga kesehatan yang merawatnya. Ibu harus kritis untuk melihat sekeliling tempat dia dirawat, apakah masih terdapat dot, masih memajang susu formula hingga memberikan sample susu formula untuk bayi.



Ibu juga harus sering menanyakan tindakan yang diberikan oleh staff kesehatan yang merawatnya. Selain itu, ibu juga harus bergabung kepada kelompok pendukung ASI untuk mendapatkan informasi seputar ASI.

10. Merujuk pendukung ASI
Pada langkah ke-10, sebenarnya fasilitas kesehatan mempunyai tanggung jawab untuk merujuk ibu ke kelompok pendukung ASI pada saat ibu pulang dari rumah sakit. Tetapi langkah ini bisa didahului sebelum ibu melahirkan. Ibu akan merasa nyaman jika bergabung pada kelompok pendukung ASI, selain komunitas merupakan tempat menjalin pertemanan, ibu juga akan membuka jendela pengetahuannya lebih luas mengenai ASI.


Dr. Dini Adityarini juga menambahkan komitmen sebagai faktor kunci dari menjalankan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui. Ketiadaan komitmen hanya akan membuat 10 langkah tersebut dilakukan separo-separo.


Jika tidak komitmen dalam menjalankannya, produksi ASI tidak akan meningkat. Menjadi ibu cerdas bukanlah hal yang sulit, terlebih demi masa depan buah hati, pilihannya mau komitmen atau tidak itu ada padamu ibunda. | 
Sumber : http://koranopini.com/berita/pages/sehatindonesia/untukmu-cinta/item/3028-10-langkah-ajaib-bidadari?start=1