Sabtu, 06 Desember 2014

KEGIATAN NATAL KLASIS 2014

INFO KEGIATAN NATAL KLASIS 2014



















1. Natal Bersama Keluarga Pelayan GKST se-Luwu Timur, Lutra

            Dalam rangka menjalin relasi pelayanan dilingkup pelayan GKST se Kabupaten Luwu Timur, pada hari Senin, 01 Desember 2014 telah dilaksanakan Natal bersama bagi para Pelayan GKST di 3 (Tiga) Klasis GKST Lutim dan Lutra yaitu : Klasis Malili-Nuha, Klasis Wotu dan Klasis Mangkutana-Tomoni. Perayaan Natal ini mengangkat Thema Umum PGI dan KWI Tahun 2014 : “BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KELUARGA”. Pelayan Firman dalam Ibadah Natal bersama ini adalah Pdt. Alius Rampalodji, MTh (TUG GKST, Dosen STT Intim Makasar).
Sebelum Ritual Ibadah Natal bersama dimulai, juga dilaksanakan seremonial dengan pihak pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dihadiri oleh wakil Bupati Luwu Timur, Ir. Muhamad Toriq Husler bersama jajaran pemkab dan unsur Muspika Mangkutana. Pada acara seremonial ini wakil Bupati menyampaikan apresiasi positip terhadap pelaksanaan kegiatan Natal bersama 3 Klasis ini. Kegiatan Natal bersama seperti ini telah berlangsung selama 3 Tahun berturut-turut di mana tempat pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran pada ketiga Klasis GKST wilayah Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara.
Dalam khotbahnya, Pdt. Alius Rampalodji, MTh yang juga mantan Ketua Umum MS-GKST ini menyampaikan tentang pergumulan-pergumulan yang dihadapi oleh Gereja khususnya GKST yang banyak mengalami tantangan baik Sosial, Teologi terlebih-lebih pada soal Financial Gereja. Secara umum warga Gereja menghadapi soal-soal yang berkaitan dengan kesulitan yang seakan-akan tiada bertepi. Tetapi inilah yang menjadikan Gereja semakin dewasa yaitu ketika warga Gereja belajar untuk tetap melayani meskipun berada di tengah berbagai tantangan dan kesulitan. Para Pelayan dan Keluarga terpanggil untuk terus mencari Allah, berjumpa dengan Allah apabila mau untuk disanggupkan dalam menghadapi berbagai tantangan disekitar tugas-tugas pelayanan Gereja.
Dalam menghadapi soal-soal Financial Gereja, para pelayan dan warga Gereja dipanggil untuk tidak mendahulukan hal-hal yang bersifat sekuler (duniawi), tetapi menjadikan pelayanan sebagai filosofi serta prioritas kehidupan, maka selebihnya Tuhan sendiri yang akan menambahkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-hambaNya dan juga warga Gereja.
Kegiatan Natal bersama yang berlangsung di Jemaat Elim Maleku ini berlangsung dengan baik yang disertai sebuah harapan bahwa semua pelayan Gereja dan keluarga kembali ke Jemaat masing-masing dengan membawa sukacita Natal dan melayani dalam semangat Natal yang tidak pernah surut. Selamat melayani Tuhan di Jemaat masing-masing.



2. Natal Sekolah Minggu se-Klasis Malili-Nuha

“Gereja Kecil” merupakan sebuah istilah yang sangat populer untuk anak-anak Sekolah Minggu. Istilah ini tidak dimaksudkan untuk mengecilkan peranan Sekolah Minggu sebagai salah satu elemen Persekutuan dalam Gereja. Istilah Gereja Kecil memberikan Indikator bahwa Kelompok Pelayanan ini merupakan cikal-bakal Gereja yang pada saatnya akan menjadi Dewasa melalui bimbingan dan persiapan yang matang bagi anak-anak SM dalam Gereja. Pada tahun ini tepatnya pada hari Kamis, 04 Desember 2014 Ibadah Natal bersama anak-anak Sekolah Minggu se-Klasis Malili-Nuha dilaksanakan di Jemaat Pniel Lioka.
Liturgi Ibadah Natal bersama ini dibawakan oleh semua guru-guru Sekolah Minggu yang ada di Jemaat-jemaat di Klasis Malili-Nuha. Ibadah Natal ini sendiri berlangsung sangat meriah bahkan dihadiri oleh sebagian besar orang tua yang dengan setia menemani anak-anak mereka bernatalan bersama di Lioka.
Pembawa cerita Natal adalah Pdt. Doni Samuel Randabunga, STh. Dalam membawakan cerita natal, Pdt. Doni ditemani oleh boneka kecilnya yang bernama Pino. Tanpa canggung, Pdt. Doni bercerita kepada anak-anak Sekolah Minggu se-Klasis Malili-Nuha tentang : “BERSYUKUR DALAM SEGALA KEADAAN”  terkadang hidup kita (Anak-anak) susah, tidak bisa beli baju baru pada hari Natal, tetapi anak-anak diajak untuk tetap bersyukur sebab kado natal yang paling Indah telah diberikan Tuhan untuk semua anak-anak yaitu Kelahiran Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Ibadah Natal ini dimulai pada pukul 17.00 mengingat agar anak-anak tidak terlalu larut untuk kembali ke Jemaatnya masing-masing. Jarak antara satu Jemaat dengan Jemaat yang lain di wilayah Klasis Malili-Nuha sangat berjauhan. Oleh karena itu kegiatan Natal Sekolah Minggu se-Klasis Malili-Nuha senantiasa dilakukan pada sore hari. Dalam acara Ibadah Natal bersama ini terlihat keceriaan anak-anak Sekolah Minggu dalam menyambut peristiwa Natal. Demikian juga para orang tua sangat antusias mendampingi anak-anak mereka dalam mengikuti kegiatan Natal bersama ini. Selamat Hari Natal Anak-anak.....



3. Natal Bersama Pemuda se-Klasis Malili-Nuha


       Point A.1. Bidang Pelayanan Program Pemuda Klasis Malili-Nuha adalah melaksanakan kegiatan Ibadah Natal bersama seluruh Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha. Perayaan Natal yang diisi dengan Ibadah Natal bersama Pemuda se-Klasis Malili-Nuha Tahun 2014 berlangsung pada tanggal 05 Desember di Lantai 2 Gedung Gereja Jemaat Imanuel Malili. Ibadah Natal bersama ini dihadiri oleh Majelis Klasis Malili-Nuha, Pengurus Pemuda Klasis Malili-Nuha, Pengurus Pemuda Jemaat-jemaat se-Klasis Malili-Nuha, Anggota Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha, Seluruh warga Jemaat Imanuel Malili dan para Undangan dari Gereja-gereja tetangga.
Memulai perayaan Natal bersama dilingkungan Pemuda ini, beberapa sambutan disampaikan sehubungan dengan perayaan Natal bersama diantaranya oleh sdr. Fantry, Ketua Panitia, Asper Patola, SPd, Ketua Pemuda Klasis Malili-Nuha dan sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Majelis Klasis Malili-Nuha.
Dalam sambutannya, Asper Patola menyampaikan bahwa Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha sedang mengalami krisis Financial. Oleh karena itu melalui Program-program Pemberdayaan yang efektif, suatu saat Pemuda GKST secara Institusi harus keluar dari persoalan ini. Salah satu solusi yang ditempuh adalah dengan melakukan kegiatan Usaha-usaha ekonomi kreatif-produktif Pemuda. Implementasi dari Program ini bahwa pada tahun 2014 Pemuda Klasis Malili-Nuha telah membeli sebidang tanah seluas  1, 25  Ha Tanah yang akan dipersiapkan untuk pananaman Komoditi kelapa sawit milik pemuda Klasis. Tanah lahan kebun seharga 10.000.000,- ini berada di Landangi yang akan dikelolah bersama dalam dukungan seluruh anggota Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha. Dana Pembeliaan lahan kebun ini sepenuhnya berasal dari dukungan seluruh Anggota Pemuda GKST di wilayah pelayanan Klasis Malili-Nuha.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Klasis Malili-Nuha juga menyampaikan sambutannya dengan menekankan tentang esensi Natal bagi Pemuda Gereja. Di tengah-tengah sukacita Natal, Gereja menghadapi persoalan-persoalan yang sangat krusial sehubungan dengan Moralitas dan Etika. Dewasa ini Banyak Pemuda Gereja yang “jatuh” pada soal-soal Moral dan Etika. Pemuda Gereja khususnya Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha diarahkan untuk tidak mencari ketenangan, kesenangan dan juga jawaban atas berbagai persoalan kehidupannya pada hal-hal yang justru merusak kehidupan serta masa depan pemuda seperti Miras, Narkona, Free sex dan hal-hal lain yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Keluarga menjadi Institusi atau Lembaga yang sangat penting dalam membangun kehidupan Etika dan Moral, oleh karena itu Pemuda Gereja harus terus berupaya membangun iklim yang baik di tengah-tengah keluarga, sebab keluarga juga merupakan sebuah Institusi di mana para Pemuda Gereja dapat berjumpa dengan Allah.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Klasis Malili-Nuha juga menyampaikan tentang peran-peran penting serta strategis yang harus dimainkan oleh Pemuda dalam rangka Misi bagi dunia. Pemuda Gereja harus menjadi pribadi-pribadi yang “besar” sebagai agen Misi. Pemuda Gereja juga dipanggil untuk tidak hanya “besar” dilingkungan jemaatnya sendiri tetapi harus berani melewati lintas-batas Jemaat bahkan Gereja untuk bermisi secara Sentripetal dan sentrifugal.
Selanjutnya Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Ni Wayan Soufi Ruthari Parwata, MTh. Dalam khotbahnya, Pdt. Ruth menekankan tentang Pemuda yang harus berani “Tampil Beda” dalam pengertian yang Positip. Dewasa ini banyak Pemuda yang hanya asal “Tampil Beda” bahkan pada hal-hal yang bersifat negatip sebagai sebuah kompensasi untuk mendapatkan perhatian. Jika dunia mengalami kerusakan secara sistemik dan radikal, maka dalam suasana “Tampil beda” Pemuda harus berani merombak tatanan dunia yang rusak itu menjadi lebih baik. Style ini mengacu pada apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sebagai sosok Pemuda yang berani “tampil beda” dengan merombak tatanan dunia Yahudi yang mengalami kerusakan. Memang kelihatannya bahwa tindakan itu kurang populis yang menjadikan Yesus tidak populer dilingkungan masyarakat luas ketika itu. Tetapi itulah tindakan berani yang ditempuh oleh Tuhan Yesus demi sebuah dunia yang lebih baik. Demikianlah kira-kira inti khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Ruth yang saat ini sedang melayani di Jemaat Moria Angkona.
Setelah Ibadah Natal usai, semua peserta Ibadah dijamu dengan hidangan yang telah diracik secara apik dan lezat oleh Pemuda dan Ibu-ibu Jemaat Imanuel Malili. Selamat Natal Pemuda.....