

1. Natal Bersama Keluarga Pelayan GKST se-Luwu Timur, Lutra
Dalam rangka menjalin relasi pelayanan
dilingkup pelayan GKST se Kabupaten Luwu Timur, pada hari Senin, 01 Desember
2014 telah dilaksanakan Natal bersama bagi para Pelayan GKST di 3 (Tiga) Klasis
GKST Lutim dan Lutra yaitu : Klasis Malili-Nuha, Klasis Wotu dan Klasis
Mangkutana-Tomoni. Perayaan Natal ini mengangkat Thema Umum PGI dan KWI Tahun
2014 : “BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KELUARGA”. Pelayan Firman dalam Ibadah
Natal bersama ini adalah Pdt. Alius Rampalodji, MTh (TUG GKST, Dosen STT Intim
Makasar).
Sebelum Ritual Ibadah Natal bersama
dimulai, juga dilaksanakan seremonial dengan pihak pemerintah Kabupaten Luwu
Timur yang dihadiri oleh wakil Bupati Luwu Timur, Ir. Muhamad Toriq
Husler bersama jajaran pemkab dan unsur Muspika Mangkutana. Pada acara
seremonial ini wakil Bupati menyampaikan apresiasi positip terhadap pelaksanaan
kegiatan Natal bersama 3 Klasis ini. Kegiatan Natal bersama seperti ini telah
berlangsung selama 3 Tahun berturut-turut di mana tempat pelaksanaannya
dilakukan secara bergiliran pada ketiga Klasis GKST wilayah Sulawesi Selatan
khususnya di Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara.
Dalam khotbahnya, Pdt. Alius
Rampalodji, MTh yang juga mantan Ketua Umum MS-GKST ini menyampaikan tentang
pergumulan-pergumulan yang dihadapi oleh Gereja khususnya GKST yang banyak
mengalami tantangan baik Sosial, Teologi terlebih-lebih pada soal Financial
Gereja. Secara umum warga Gereja menghadapi soal-soal yang berkaitan dengan
kesulitan yang seakan-akan tiada bertepi. Tetapi inilah yang menjadikan Gereja
semakin dewasa yaitu ketika warga Gereja belajar untuk tetap melayani meskipun berada
di tengah berbagai tantangan dan kesulitan. Para Pelayan dan Keluarga
terpanggil untuk terus mencari Allah, berjumpa dengan Allah apabila mau untuk
disanggupkan dalam menghadapi berbagai tantangan disekitar tugas-tugas
pelayanan Gereja.
Dalam menghadapi soal-soal Financial
Gereja, para pelayan dan warga Gereja dipanggil untuk tidak mendahulukan
hal-hal yang bersifat sekuler (duniawi), tetapi menjadikan pelayanan sebagai
filosofi serta prioritas kehidupan, maka selebihnya Tuhan sendiri yang akan
menambahkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-hambaNya dan juga warga
Gereja.
Kegiatan Natal bersama yang berlangsung
di Jemaat Elim Maleku ini berlangsung dengan baik yang disertai sebuah harapan
bahwa semua pelayan Gereja dan keluarga kembali ke Jemaat masing-masing dengan
membawa sukacita Natal dan melayani dalam semangat Natal yang tidak pernah
surut. Selamat melayani Tuhan di Jemaat
masing-masing.
2. Natal Sekolah
Minggu se-Klasis Malili-Nuha
“Gereja
Kecil”
merupakan
sebuah
istilah yang sangat populer untuk anak-anak
Sekolah Minggu. Istilah ini tidak dimaksudkan untuk mengecilkan peranan Sekolah
Minggu sebagai salah satu elemen Persekutuan dalam Gereja. Istilah Gereja Kecil
memberikan Indikator bahwa Kelompok Pelayanan ini merupakan cikal-bakal Gereja
yang pada saatnya akan menjadi Dewasa melalui bimbingan dan persiapan yang
matang bagi anak-anak SM dalam Gereja. Pada tahun ini tepatnya pada hari Kamis,
04 Desember 2014 Ibadah Natal bersama anak-anak Sekolah Minggu se-Klasis
Malili-Nuha dilaksanakan di Jemaat Pniel Lioka.
Liturgi
Ibadah Natal bersama ini dibawakan oleh semua guru-guru Sekolah Minggu yang ada
di Jemaat-jemaat di Klasis Malili-Nuha. Ibadah Natal ini sendiri berlangsung
sangat meriah bahkan dihadiri oleh sebagian besar orang tua yang dengan setia
menemani anak-anak mereka bernatalan bersama di Lioka.
Pembawa
cerita Natal adalah Pdt. Doni Samuel Randabunga, STh. Dalam membawakan cerita
natal, Pdt. Doni ditemani oleh boneka kecilnya yang bernama Pino. Tanpa
canggung, Pdt. Doni bercerita kepada anak-anak Sekolah Minggu se-Klasis
Malili-Nuha tentang : “BERSYUKUR DALAM SEGALA KEADAAN” terkadang hidup kita (Anak-anak) susah, tidak
bisa beli baju baru pada hari Natal, tetapi anak-anak diajak untuk tetap
bersyukur sebab kado natal yang paling Indah telah diberikan Tuhan untuk semua
anak-anak yaitu Kelahiran Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Ibadah
Natal ini dimulai pada pukul 17.00 mengingat agar anak-anak tidak terlalu larut
untuk kembali ke Jemaatnya masing-masing. Jarak antara satu Jemaat dengan
Jemaat yang lain di wilayah Klasis Malili-Nuha sangat berjauhan. Oleh karena
itu kegiatan Natal Sekolah Minggu se-Klasis Malili-Nuha senantiasa dilakukan
pada sore hari. Dalam acara Ibadah Natal bersama ini terlihat keceriaan
anak-anak Sekolah Minggu dalam menyambut peristiwa Natal. Demikian juga para
orang tua sangat antusias mendampingi anak-anak mereka dalam mengikuti kegiatan
Natal bersama ini. Selamat Hari Natal Anak-anak.....
3. Natal Bersama Pemuda se-Klasis Malili-Nuha

Point A.1. Bidang
Pelayanan Program Pemuda Klasis Malili-Nuha adalah melaksanakan kegiatan Ibadah
Natal bersama seluruh Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha. Perayaan Natal yang
diisi dengan Ibadah Natal bersama Pemuda se-Klasis Malili-Nuha Tahun 2014 berlangsung
pada tanggal 05 Desember di Lantai 2 Gedung Gereja Jemaat Imanuel Malili.
Ibadah Natal bersama ini dihadiri oleh Majelis Klasis Malili-Nuha, Pengurus
Pemuda Klasis Malili-Nuha, Pengurus Pemuda Jemaat-jemaat se-Klasis Malili-Nuha,
Anggota Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha, Seluruh warga Jemaat Imanuel Malili
dan para Undangan dari Gereja-gereja tetangga.
Memulai
perayaan Natal bersama dilingkungan Pemuda ini, beberapa sambutan disampaikan
sehubungan dengan perayaan Natal bersama diantaranya oleh sdr. Fantry, Ketua
Panitia, Asper Patola, SPd, Ketua Pemuda Klasis Malili-Nuha dan sambutan
terakhir disampaikan oleh Ketua Majelis Klasis Malili-Nuha.
Dalam
sambutannya, Asper Patola menyampaikan bahwa Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha
sedang mengalami krisis Financial. Oleh karena itu melalui Program-program
Pemberdayaan yang efektif, suatu saat Pemuda GKST secara Institusi harus keluar
dari persoalan ini. Salah satu solusi yang ditempuh adalah dengan melakukan
kegiatan Usaha-usaha ekonomi kreatif-produktif Pemuda. Implementasi dari
Program ini bahwa pada tahun 2014 Pemuda Klasis Malili-Nuha telah membeli
sebidang tanah seluas 1, 25 Ha Tanah yang akan dipersiapkan untuk pananaman
Komoditi kelapa sawit milik pemuda Klasis. Tanah lahan kebun seharga
10.000.000,- ini berada di Landangi yang akan dikelolah bersama dalam dukungan
seluruh anggota Pemuda GKST se-Klasis Malili-Nuha. Dana Pembeliaan lahan kebun
ini sepenuhnya berasal dari dukungan seluruh Anggota Pemuda GKST di wilayah
pelayanan Klasis Malili-Nuha.
Pada
kesempatan yang sama, Ketua Majelis Klasis Malili-Nuha juga menyampaikan
sambutannya dengan menekankan tentang esensi Natal bagi Pemuda Gereja. Di
tengah-tengah sukacita Natal, Gereja menghadapi persoalan-persoalan yang sangat
krusial sehubungan dengan Moralitas dan Etika. Dewasa ini Banyak Pemuda Gereja
yang “jatuh” pada soal-soal Moral dan Etika. Pemuda Gereja khususnya Pemuda
GKST se-Klasis Malili-Nuha diarahkan untuk tidak mencari ketenangan, kesenangan
dan juga jawaban atas berbagai persoalan kehidupannya pada hal-hal yang justru
merusak kehidupan serta masa depan pemuda seperti Miras, Narkona, Free sex dan
hal-hal lain yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Keluarga menjadi Institusi
atau Lembaga yang sangat penting dalam membangun kehidupan Etika dan Moral,
oleh karena itu Pemuda Gereja harus terus berupaya membangun iklim yang baik di
tengah-tengah keluarga, sebab keluarga juga merupakan sebuah Institusi di mana
para Pemuda Gereja dapat berjumpa dengan Allah.
Dalam
sambutannya, Ketua Majelis Klasis Malili-Nuha juga menyampaikan tentang
peran-peran penting serta strategis yang harus dimainkan oleh Pemuda dalam
rangka Misi bagi dunia. Pemuda Gereja harus menjadi pribadi-pribadi yang “besar”
sebagai agen Misi. Pemuda Gereja juga dipanggil untuk tidak hanya “besar”
dilingkungan jemaatnya sendiri tetapi harus berani melewati lintas-batas Jemaat
bahkan Gereja untuk bermisi secara Sentripetal dan sentrifugal.
Selanjutnya
Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Ni Wayan
Soufi Ruthari Parwata, MTh. Dalam khotbahnya, Pdt. Ruth menekankan tentang
Pemuda yang harus berani “Tampil Beda” dalam pengertian yang Positip. Dewasa
ini banyak Pemuda yang hanya asal “Tampil Beda” bahkan pada hal-hal yang
bersifat negatip sebagai sebuah kompensasi untuk mendapatkan perhatian. Jika
dunia mengalami kerusakan secara sistemik dan radikal, maka dalam suasana “Tampil
beda” Pemuda harus berani merombak tatanan dunia yang rusak itu menjadi lebih
baik. Style ini mengacu pada apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sebagai sosok
Pemuda yang berani “tampil beda” dengan merombak tatanan dunia Yahudi yang
mengalami kerusakan. Memang kelihatannya bahwa tindakan itu kurang populis yang
menjadikan Yesus tidak populer dilingkungan masyarakat luas ketika itu. Tetapi
itulah tindakan berani yang ditempuh oleh Tuhan Yesus demi sebuah dunia yang
lebih baik. Demikianlah kira-kira inti khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Ruth
yang saat ini sedang melayani di Jemaat Moria Angkona.
Setelah
Ibadah Natal usai, semua peserta Ibadah dijamu dengan hidangan yang telah
diracik secara apik dan lezat oleh Pemuda dan Ibu-ibu Jemaat Imanuel Malili. Selamat
Natal Pemuda.....
